
Aktifitas olahraga dan lingkungan
A. Indoor
1. Pemanfaatan mal Istana Plaza sebagai tempat olahraga rekreasi ice skating(Istana Plaza Jl Pasir Kaliki No 121-123 Arjuna Bandung - (0)22 600 0100)
Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada diantara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan [1]. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mal memiliki tinggi tiga lantai.
Di dalam sebuah mal, penyewa besar (anchor tenant) lebih dari satu (banyak). Seperti jenis pusat perbelanjaan lain seperti toko serba ada untuk masuk di dalamnya. Contoh dari sebuah standar mal adalah Cinere Mal dan Blok M Mal.
Namun, dewasa ini mal tidak hanya menjadi tempat belanja saja, namun mal bisa menjadi tempat rekreasi, baik yang bersifat kesenian, event dan juga olahraga yang mengasyikan. Yah tentu mal dengan banyaknya fasilitas rekreasi menjadi daya tarik sendiri bagi para konsumen.
Salah satu contoh mal yang telah menerapkan system rekreasi olahraga nyaitu Mal Istana Plaza yang terletak di Bandung. Bayangkan saja, bila kita datang ke Mal Istana Plaza, selain berbelanja kita dapat bermain olahraga Ice skating.
2. Analisis dampak lingkungan
Tentu pemanfaatan Mal Istana Plaza memberikan berbagai dampak lingkungan baik itu positif maupun negatif. Beberapa dampak lingkungan dari olahraga rekreasi Ice Skating di Mal Istana Plaza.
a. Dampak positif
• Pemanfaatan arena berbelanja menjadi arena olahraga rekreasi yang mengasikan dan jarang ditemui di Indonesia. Selain dapat berbelanja, para pengunjung dapat melakukan olahraga rekreasi yang menarik.
• Menjadi daya tarik tersendiri yang tinggi bagi Mal itu sendiri. Hal ini disebabkan karena Mal mampu menciptakan inovasi yang menarik untuk menarik minat para konsumennya.
• Dapat menjadi tempat olahraga rekreasi yang exclusive karena letaknya berada di dalm pusat pembalanjaan yang modern.
• dapat pula menjadi sebuah pengenalan olahraga ice skating. Kondisi geografis di Indonesia yang hanya 2 musim, mengakibatkan ice skating menjadi olahraga yang jarang dan kurang dikenal.
• Tentunya dapat menjadi sport industry yang menguntungkan.
b. Dampak negative
• Ice Skating menjadi olahraga yang cukup mahal. Tempat olahraga ini berada di dalam ruangan berbelanja modern. Mengakibatkan olahraga rekreasi Ice Skating hanya dapat dimanfaatkan oleh kalangan tertentu saja. Biaya untuk operasionalnya pun sangat mahal, hal ini berimbas pada tiket masuk yang mahal pula.
• Olahraga ini bersifat rekreasi, sehingga kurangnya aturan yang jelas tentang sebelum pelaksanaan, pada saat pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan. Contohnya pemanasan untuk mengnetralkan sendi2 yg kaku. Olahraga Ice Skating ini merupakan olahraga yang tingkat pergerakannya tinggi, kurangnya pemanasan bisa berakibat kagetnya otot dan sendi2.
3. Saran
a. a. Lebih mengembangkan promosi
b. Adanya program pengenalan kepada para pelajar sebagai. kunjungan dati pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.
c. Adanya jalinan kerja sama antara pengelola dengan pemerintah terkait terhadap pengelolaan olahraga rekreasi yang bisa dimanfaatkan orang banyak
b. Outdoor
1. Pemanfaatan alam bebas dengan olahraga rekreasi flying fox
Flying Fox adalah game tantangan individu yang diadaptasi dari pelatihan militer. Game ini dilakukan dengan cara meluncur dari ketinggian tertentu.
Flying fox dapat digunakan sabagai pemanfaatan alam bebas. Misalnya taman, arena bermain anak-anak, dan bisa diteraplan juga di hutan.
2. analisis dampak lingkungan
Tentu pemanfaatan alam terbuka manjadi tempat olahraga rekreasi memberikan beberapa dampak pada lingkungannya, baik positif maupun negatif. Berikut dampak dari pemanfaatan olahraga rekreasi flying fox :
a. Dampak positif
• Dengan pemanfaatan flying fox, alam terbuka yang biasanya kosong, bisa menjadi arena olahraga yang kreatif dan menyenangkan.
• Bisa menambah pendapatan penduduk sekitarnya.
• Pembangunan ruang terbuka menjadi lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungin
b. Dampak negatif
• Sering sekali pembangunan sarana untuk flying fox, tidak mengindahkan pelastarian alam bebas, bahkan merusak alam yg sudah ada.
• Penggunaan pohon untuk sarana ini, sering merusak pohon itu sendiri.
2. Saran
a. Pembangunan sarana flying fox, harus bisa mengedepankan pelestarian alam sekitarnya. Jangan asal membangun tanpa ada analisis dampak lingkungan dan penangannanya.
Daftar pusataka
Google.com
http://www.ciwangunindahcamp.com/content/view/14/36/
http://en.wikipedia.org/wiki/Flying_fox_(cablecar)
daftar pustaka
google.com
blogspot.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar