Persyaratan Beasiswa
1. Permohonan dari yang bersangkutan
2. Surat Keterangan dari fakultas (pembantu Dekan 1 ) :
* Tidak melanggar tata tertib kampus
* Tidak sedang atau diusulkan beasiswa dari beasiswa lain
* Tidak bekerja
3. Foto Copy KTM/Tanda Pembayaran SPP Terakhir
4. Transkrip Nilai dan Foto Copy KHS Terakhir
5. Surat Keterangan Tidak Mampu Dari Kelurahan atau Desa Setempat
6. IPK Minimal 2,50 dan telah menduduki pada semester 3
7. Foto Copy KTP orang tua
8. Foto Copy Kartu Keluarga
9. Daftar Penghasilan Orang Tua Atau Wali
10. Foto Copy Rekening Listrik Bulan Terakhir
11. Pas Foto 3x4 = 3 buah
12. No Rekeing Bank BNI
13. Piagam Penghargaan atau kejuaran
Prosedur Pengajuan Beasiswa
1. Mahasiswa mengajukan permohonan kepada pembantu rektor bidang kemahasiswaan dan kemitraan melalui pembantu dekan 1 fakultas atau direktur kampus daerah dan diketahui oleh ketua jurusan/program studi
2. Setelah melengkapi persyaratan yang diminta oleh pemberi beasiswa, ketua jurusan mengajukan permohonan beasiswa secara kolektif dan terdaftar pada pembantu dekan 1
3. Pembantu Dekan 1 meneruskan permohonan secara kolektif dan terdata peserta persyaratanya kepada pembantu rektor bidang kemahasiswaan dan kemitraan, yang seterusnya diproses di direktur pembinaan kemahasiswaan untuk dilanjutkan ke pada pemberi beasiswa (penyandang dana)
4. Setelah disetujui oleh penyandang dana, direktur pembina kemahasiswaan menginformaskan dana mengumumkan ketiap –tiap fakultas untuk diketahui oleh para mahasiswa bahwa pencairan beasiswanya dapat diambil di direktorat pembinaan kemahasiswaan
5. Direktorfat Pembinaan Kemahasiswaan menyediakan daftar (SPJ) baik yang diambil tunai didrirektorat pembinaan kemahasiswaan maupun yang harus diambil didirektorat keuangan
Jenis dan Besaran Dana Beasiswa
NO JENIS BEASISWA JML. BESARNYA BEASISWA JUMLAH DANA PER TAHUN RP.
1 PPA 600 250.000 x 12 bln 1,800,000,000
2 BBM 1500 250.000 x 12 bln 4,500,000,000
3 PPA 800 250.000 x 4 bln 800,000,000
4 BBM 650 250.000 x 4 bln 650,000,000
5 B M U 32 2.500.000 1 x 80,000,000
6 TPSDP 2005 S-1 14 250.000 x 8 bln 28,000,000
7 Jabar Satu Siklus 15 5.000.000/smt 150,000,000
8 Jabar Reguler 25 4.400.000 1x 110,000,000
9 Bank Indonesia 40 200.000 x 12 bln 96,000,000
10 BRI 50 300.000 x 12 bln 180,000,000
11 PMDK 8 7.500.000 1 X 60,000,000
12 B C A SPP 10 1.500.000 = 2 smt 30,000,000
13 B C A Biaya Hidup10 200.000/bln 24,000,000
14 BUMN 400 2.500.000/thn 1,000,000,000
15 PTPN XIII 3 175.000 x 6 bln 3,150,000
16 Yys. Supersemar 19 100.000 x 12 bln 180,000,000
17 PT Gudang Garam 43 125.000 x 12 bln 150,000,000
18 Yys. Marubeni 1 500.000/3 bln x 4 8,000,000
19 Yys. Toyota Astra 0 150.000 x 12 bln 21,600,000
20 PT Djarum 0 200.000 x 12 bln 24,000,000
21 Yys. SantosoSPP 3 650.000/smt 15,600,000
22 Yys. Santosa 3 125.000 x 12 bln 19,500,000
23 Pikiran Rakyat 6 200.000 x 12 bln 26,400,000
24 The Nofuji Foundation 125.000/bln 1,500,000
25 JCC 1 900.000/thn 2,700,000
26 Yys. Salim 1 125.000 x 12 bln 9,000,000
27 Sampoerna Foundation 50.000.000 (1 kali)
28 Bantuan dari UPI 3 132,552.000
29 Bantuan dari UPI 2 162,257.000
30Bantuan dari UPI 3 134,993.000
JUMLAH 1783
10.399.252.000
Rabu, 09 Februari 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Tips Membuat Event Organizer Acara Olahraga
Dalam mengadakan sebuah event olahraga, membentuk sebuah konsep merupakan hal yang penting. Konsep acara yang dimaksud haruslah bagus dan menarik, tetapi bertanggung jawab. Konsep ini dikembangkan dengan pengetahuan dan pengalaman, dan hendaknya jangan mempertimbangkan biaya terlebih dahulu. “Konsep acara haruslah mempunyai target yang hendak dicapai,” tambah beliau.
Jika sudah memiliki konsep, maka motivasi dan kejujuran harus dikembangkan dan dipertahankan. “Penyelenggara acara harus yakin dengan kemampuan untuk mengadakan acara tersebut,” ungkapnya. Selanjutnya, motivasi ini berguna agar kita mempunyai perencanaan ke depan, karena regenerasi perlu pada olahraga.
Event Organizer juga harus jujur pada acara sendiri: jujur pada atlet, jujur pada penonton, jujur pada panitia, jujur pada sponsor, dan jujur pada semua pihak. Kejujuran akan sangat diperlukan untuk merangkul semua pihak pada event-event berikutnya.
Tidak Butuh Banyak Panitia
Dalam mengadakan sebuah acara, beliau berpendapat bahwa tidak diperlukan banyak panitia yang membantu. “Bahkan, saya pernah mengadakan suatu acara hanya dengan 2 orang,” ungkapnya. Dengan SDM terbatas namun mau bergerak, maka event olahraga akan terlaksana dengan baik.
Menurut beliau, kepanitiaan dengan SDM yang terbatas justru akan mempermudah dalam penyamaan pandangan, sehingga acara lebih mudah terlaksana. “Dengan panitia yang banyak, dikhawatirkan justru akan terjadi kekacauan pandangan,” tuturnya.
Biaya Bukan Kendala
Biaya yang selama ini menjadi kendala dalam mengadakan sebuah event olahraga, rupanya bukan merupakan hal utama dalam parameter kesuksesan acara. “Jangan mempertimbangkan biaya dahulu, baru menyusun konsep,” ungkap beliau. “Bahkan tanpa sponsor pun, kita mampu membuat sebuah acara tetap sukses,” tambahnya.
Dalam menghadapi kendala biaya, Event Organizer harus cerdas dalam memperoleh pemasukan. Misalnya dengan mengadakan biaya pendaftaran, ticketing, dan biaya penghematan yang bahkan sangat kecil besarnya. Dengan cara-cara seperti itu, biaya yang dibutuhkan bisa sangat diminimalisasi, sehingga biaya tidak lagi menjadi kendala.
Suasana Kekeluargaan
Tidak bisa dipungkiri, dalam menyelenggarakan sebuah acara, koordinasi kepanitiaan memainkan peranan yang cukup besar. Menanggapi hal tersebut, Menteri Olahraga dan Kesehatan Keluarga Mahasiswa ITB, Nanda Reza (Planologi ‘06), juga berkesempatan memberikan tips-tipsnya. Menurutnya, membentuk kepanitiaan yang bersifat kekeluargaan adalah kuncinya.
Membentuk kekeluargaan akan memberikan hasil yang lebih baik, karena dilandasi kenyamanan dalam kepanitiaan tersebut. Suasana kekeluargaan akan membentuk kepanitiaan yang mempunyai kesamaan pandangan dan mau bekerja.
Selain itu, ketua panitia hendaknya mencari orang yang tepat untuk mengisi suatu posisi kepanitiaan, sesuai dengan potensi yang ada pada orang tersebut. “Kita juga perlu membina hubungan dan jaringan-jaringan dengan himpunan olahraga itu sendiri, misalnya PSSI, dan lainnya,” tambahnya. Dengan begitu, pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih intensif, dan mendapatkan ilmu berharga dari himpunan tersebut.
http://kerockan.blogspot.com/2010/08/tips-membuat-event-organizer-acara.html
Jika sudah memiliki konsep, maka motivasi dan kejujuran harus dikembangkan dan dipertahankan. “Penyelenggara acara harus yakin dengan kemampuan untuk mengadakan acara tersebut,” ungkapnya. Selanjutnya, motivasi ini berguna agar kita mempunyai perencanaan ke depan, karena regenerasi perlu pada olahraga.
Event Organizer juga harus jujur pada acara sendiri: jujur pada atlet, jujur pada penonton, jujur pada panitia, jujur pada sponsor, dan jujur pada semua pihak. Kejujuran akan sangat diperlukan untuk merangkul semua pihak pada event-event berikutnya.
Tidak Butuh Banyak Panitia
Dalam mengadakan sebuah acara, beliau berpendapat bahwa tidak diperlukan banyak panitia yang membantu. “Bahkan, saya pernah mengadakan suatu acara hanya dengan 2 orang,” ungkapnya. Dengan SDM terbatas namun mau bergerak, maka event olahraga akan terlaksana dengan baik.
Menurut beliau, kepanitiaan dengan SDM yang terbatas justru akan mempermudah dalam penyamaan pandangan, sehingga acara lebih mudah terlaksana. “Dengan panitia yang banyak, dikhawatirkan justru akan terjadi kekacauan pandangan,” tuturnya.
Biaya Bukan Kendala
Biaya yang selama ini menjadi kendala dalam mengadakan sebuah event olahraga, rupanya bukan merupakan hal utama dalam parameter kesuksesan acara. “Jangan mempertimbangkan biaya dahulu, baru menyusun konsep,” ungkap beliau. “Bahkan tanpa sponsor pun, kita mampu membuat sebuah acara tetap sukses,” tambahnya.
Dalam menghadapi kendala biaya, Event Organizer harus cerdas dalam memperoleh pemasukan. Misalnya dengan mengadakan biaya pendaftaran, ticketing, dan biaya penghematan yang bahkan sangat kecil besarnya. Dengan cara-cara seperti itu, biaya yang dibutuhkan bisa sangat diminimalisasi, sehingga biaya tidak lagi menjadi kendala.
Suasana Kekeluargaan
Tidak bisa dipungkiri, dalam menyelenggarakan sebuah acara, koordinasi kepanitiaan memainkan peranan yang cukup besar. Menanggapi hal tersebut, Menteri Olahraga dan Kesehatan Keluarga Mahasiswa ITB, Nanda Reza (Planologi ‘06), juga berkesempatan memberikan tips-tipsnya. Menurutnya, membentuk kepanitiaan yang bersifat kekeluargaan adalah kuncinya.
Membentuk kekeluargaan akan memberikan hasil yang lebih baik, karena dilandasi kenyamanan dalam kepanitiaan tersebut. Suasana kekeluargaan akan membentuk kepanitiaan yang mempunyai kesamaan pandangan dan mau bekerja.
Selain itu, ketua panitia hendaknya mencari orang yang tepat untuk mengisi suatu posisi kepanitiaan, sesuai dengan potensi yang ada pada orang tersebut. “Kita juga perlu membina hubungan dan jaringan-jaringan dengan himpunan olahraga itu sendiri, misalnya PSSI, dan lainnya,” tambahnya. Dengan begitu, pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih intensif, dan mendapatkan ilmu berharga dari himpunan tersebut.
http://kerockan.blogspot.com/2010/08/tips-membuat-event-organizer-acara.html
Jumat, 04 Februari 2011
Pemanfaatan mal istana plaza bandung sebagai olahraga rekreasi Ice Skating

Aktifitas olahraga dan lingkungan
A. Indoor
1. Pemanfaatan mal Istana Plaza sebagai tempat olahraga rekreasi ice skating(Istana Plaza Jl Pasir Kaliki No 121-123 Arjuna Bandung - (0)22 600 0100)
Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada diantara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan [1]. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mal memiliki tinggi tiga lantai.
Di dalam sebuah mal, penyewa besar (anchor tenant) lebih dari satu (banyak). Seperti jenis pusat perbelanjaan lain seperti toko serba ada untuk masuk di dalamnya. Contoh dari sebuah standar mal adalah Cinere Mal dan Blok M Mal.
Namun, dewasa ini mal tidak hanya menjadi tempat belanja saja, namun mal bisa menjadi tempat rekreasi, baik yang bersifat kesenian, event dan juga olahraga yang mengasyikan. Yah tentu mal dengan banyaknya fasilitas rekreasi menjadi daya tarik sendiri bagi para konsumen.
Salah satu contoh mal yang telah menerapkan system rekreasi olahraga nyaitu Mal Istana Plaza yang terletak di Bandung. Bayangkan saja, bila kita datang ke Mal Istana Plaza, selain berbelanja kita dapat bermain olahraga Ice skating.
2. Analisis dampak lingkungan
Tentu pemanfaatan Mal Istana Plaza memberikan berbagai dampak lingkungan baik itu positif maupun negatif. Beberapa dampak lingkungan dari olahraga rekreasi Ice Skating di Mal Istana Plaza.
a. Dampak positif
• Pemanfaatan arena berbelanja menjadi arena olahraga rekreasi yang mengasikan dan jarang ditemui di Indonesia. Selain dapat berbelanja, para pengunjung dapat melakukan olahraga rekreasi yang menarik.
• Menjadi daya tarik tersendiri yang tinggi bagi Mal itu sendiri. Hal ini disebabkan karena Mal mampu menciptakan inovasi yang menarik untuk menarik minat para konsumennya.
• Dapat menjadi tempat olahraga rekreasi yang exclusive karena letaknya berada di dalm pusat pembalanjaan yang modern.
• dapat pula menjadi sebuah pengenalan olahraga ice skating. Kondisi geografis di Indonesia yang hanya 2 musim, mengakibatkan ice skating menjadi olahraga yang jarang dan kurang dikenal.
• Tentunya dapat menjadi sport industry yang menguntungkan.
b. Dampak negative
• Ice Skating menjadi olahraga yang cukup mahal. Tempat olahraga ini berada di dalam ruangan berbelanja modern. Mengakibatkan olahraga rekreasi Ice Skating hanya dapat dimanfaatkan oleh kalangan tertentu saja. Biaya untuk operasionalnya pun sangat mahal, hal ini berimbas pada tiket masuk yang mahal pula.
• Olahraga ini bersifat rekreasi, sehingga kurangnya aturan yang jelas tentang sebelum pelaksanaan, pada saat pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan. Contohnya pemanasan untuk mengnetralkan sendi2 yg kaku. Olahraga Ice Skating ini merupakan olahraga yang tingkat pergerakannya tinggi, kurangnya pemanasan bisa berakibat kagetnya otot dan sendi2.
3. Saran
a. a. Lebih mengembangkan promosi
b. Adanya program pengenalan kepada para pelajar sebagai. kunjungan dati pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.
c. Adanya jalinan kerja sama antara pengelola dengan pemerintah terkait terhadap pengelolaan olahraga rekreasi yang bisa dimanfaatkan orang banyak
b. Outdoor
1. Pemanfaatan alam bebas dengan olahraga rekreasi flying fox
Flying Fox adalah game tantangan individu yang diadaptasi dari pelatihan militer. Game ini dilakukan dengan cara meluncur dari ketinggian tertentu.
Flying fox dapat digunakan sabagai pemanfaatan alam bebas. Misalnya taman, arena bermain anak-anak, dan bisa diteraplan juga di hutan.
2. analisis dampak lingkungan
Tentu pemanfaatan alam terbuka manjadi tempat olahraga rekreasi memberikan beberapa dampak pada lingkungannya, baik positif maupun negatif. Berikut dampak dari pemanfaatan olahraga rekreasi flying fox :
a. Dampak positif
• Dengan pemanfaatan flying fox, alam terbuka yang biasanya kosong, bisa menjadi arena olahraga yang kreatif dan menyenangkan.
• Bisa menambah pendapatan penduduk sekitarnya.
• Pembangunan ruang terbuka menjadi lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungin
b. Dampak negatif
• Sering sekali pembangunan sarana untuk flying fox, tidak mengindahkan pelastarian alam bebas, bahkan merusak alam yg sudah ada.
• Penggunaan pohon untuk sarana ini, sering merusak pohon itu sendiri.
2. Saran
a. Pembangunan sarana flying fox, harus bisa mengedepankan pelestarian alam sekitarnya. Jangan asal membangun tanpa ada analisis dampak lingkungan dan penangannanya.
Daftar pusataka
Google.com
http://www.ciwangunindahcamp.com/content/view/14/36/
http://en.wikipedia.org/wiki/Flying_fox_(cablecar)
daftar pustaka
google.com
blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)
